Manajemen Waktu untuk Anak Kuliah yang Kerja Sampingan

Kerja sampingan bagi anak kuliah memberi manfaat lebih. Bukan hanya untuk mendapat penghasilan semata, tapi lebih dari itu adalah bagaimana bisa tumbuh dan berkembang.

Tantangan selanjutnya adalah bagaimana mengelola waktu antara kuliah, belajar dan bekerja. Jangan sampai amburadul dalam manajemen waktu dan semua tidak terselesaikan.

Luka tak berdarah bila ternyata tidak kunjung lulus dan ditempat kerja selalu kena marah. Idealnya, lulus kuliah tepat waktu tapi masih bisa atur waktu untuk kerja sampingan.

Manajemen Waktu Menjadi Kunci

Mereka yang sering bermasalah adalah orang-orang yang tidak bisa mengelola waktu. Pada umumnya, pekerjaan ditumpuk di belakang dan saat waktu habis bingung harus mulai yang mana.

Manajemen waktu yang baik bukan hal yang susah. Terutama mereka yang terbiasa melakukan pencatatan. Dengan cara ini maka segala sesuatu lebih bisa terstruktur dan sistematis.

Bila bingung apa yang harus dilakukan maka coba tips sederhana berikut ini:

1. Tentukan Tujuan dan Prioritas

Hal pertama yang harus dibuat dan tentukan adalah tujuan. Tuliskan tujuan yang ingin dicapai dan kapan harus diselesaikan.

Tanpa tujuan akan sulit menentukan prioritas yang akan dikerjakan. Prioritas ini ada yang sifatnya penting dan genting. Jangan sampai tertukar satu sama lain.

Tetap fokus dengan apa yang sudah menjadi tujuan awal. Jangan pernah di tengah jalan mengubah tujuan karena bisa jadi harus memulai dari awal.

2. Susun Rencana Kerja

Tidak hanya untuk pekerja tetap, pekerja sampingan pun harus melakukan. Di mana rencana kerja harus dibuat dengan matang.

Setelah menentukan tujuan yang ingin dicapai maka breakdown dalam bentuk rencana kerja. Baik itu bulanan, mingguan maupun harian. Dengan cara ini maka progres pekerjaan akan lebih terlihat. Bila ada yang tidak sesuai atau melenceng langsung bisa dilakukan perbaikan

Masing-masing kegiatan harus saling terkorelasi dan ada batas waktu kapan selesai. Jika tidak maka waktu terus berjalan dan hasil tidak akan nampak.

Dalam rencana kerja tersebut tentu ada kegiatan yang sifatnya penting dan tidak penting. Lakukan dari hal-hal yang sifatnya penting dan harus disegerakan.

3. Konsisten dan Lakukan Apa yang Telah Dicatat

Baik tujuan maupun rencana kerja tentu dibuat dengan berbagai tujuan. Saat menyusun pastikan dengan kepala dingin tanpa ada tendensi lain.

Dalam berjalannya waktu harus tetap konsisten dan lakukan apa yang telah dimulai. Ketidakkonsistenan biasanya terlihat dari kebiasaan menunda dan hal ini jangan sampai terjadi.

Saat merasa lelah, lihat kembali catatan yang dibuat. Di mana dalam kertas tersebut ada sejumlah tujuan yang hendak dicapai. Terlihat sederhana tapi bila tidak dilakukan tetap tidak akan berjalan bukan.

Selamat mencoba..